//
you're reading...
Cerita Foto, Wisata

Pantai Wartawan gunung Botak

air panas biasanya terdapat di daeratan yang jauh dari pantai. Namun di Pantai Wartawan, Anda bisa menemukan belasan sumber air panas – klik disini untuk melihat foto

Jika air laut sedang surut, semburan aiar panas itu menjadi panorama unik. Lebih dari itu, air panas itu memiliki multifungsi; bisa untuk merebus telur, ikan, dan udang sampai mengobati aneka penyakit.

 

Datanglah ke Pantai Wartawan saat air laut sedang surut atau dari pagi hingga sore hari. Di beberapa titik, tampak kelpulan asap disertai percikan air memancar ke atas. Jangan coba-coba mencelupkan kaki atau tangan ke sumber tersebut.

Fenomena Unik

Inilah fenomena alam yang unik. Di kawasan pasang-surut itu, belasan sumber air panas menjadi ciri khasnya. Sumber air panas ini ditengarai berasal dari Gunung Anak Rakata yang masih aktif.

Untuk menikmati keunikan itu, sekali lagi, jangan datang ketika air laut pasang. Bukan apa-apa, semua sumber air panas itu tidak tampak karena tertutupi permukaan air laut yang sedang pasang tadi.

Kalaupun air laut sedang pasang, Anda tak perlu kecewa. Di pantai inilah Anda dapat bersantai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah dan memesona. Di pinggir pantai terasa teduh karena ditumbuhi tanaman akasia, waru, ketapang, dan jenis lainnya.

Objek wisata yang unik ini terletak di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Ketika awal-awal Pantai Wartawan dibuka untuk objek wisata, kondisinya masih bagus.

Kini, pantai yang dikelola oleh para wartawan lokal itu tidak terawat dengan baik. Pintu gerbangnya kusam, tidak elok dipandang mata. Begitu memasuki kawasan itu, fasilitas lainnya seperti toilet dan kamar mandi tidak berfungsi. Bahkan, atap bangunan sudah roboh. Pintu-pintunya sudah jebol. Sampah-sampah bertebaran di pantai yang berbatu. Demikian seperti dikutip dari buku Ayo Berwisata ke Lampung karya Rudolf W Matindas dan Budiman.

Bukit Gunung Botak

Begitu halnya dengan kondisi bukit Gunung Botak yang masih berada di kawasan wisata tersebut. Bekas-bekas pembakaran vegetasi masih tampak. Bukit itu tidak menarik untuk didaki.

Padahal, dari atas bukit setinggi 50 meter inilah, panorama dan keindahan hamparan Pantai Wartawan dan sekitarnya terlihat sangat indah. Bukan itu saja, di bukit ini Anda juga bisa melihat gua dan berziarah ke Makam Tubagus Sulaiman, salah seorang pendekar asal Banten.

Akses jalan menuju lokasi sangat mudah. Kawasan ini berada persis di tepian jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Rajabasa dengan Kota Kalianda. Kondisi jalan aspalnya pun masih tergolong baik.

Jika Anda menempuhnya dari Pelabuhan Bakauheni berjarak sekira 31,7 kilometer atau 18, 2 kilometer dari pusat Kota Kalianda. Dari Pantai Wartawan ke Candi Indah berjarak sekira 8,2 kilometer. Sementara itu, dari Makan Radin Intan II berjarak sekira 15,6 kilometer.

Terakhir, tarif masuk yang dikenakna adalah Rp2.500 tiap orang. Ongkos ini masih ditambah jasa parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik untuk mengikuti blog Kalianda lampung Selatan ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email

%d blogger menyukai ini: