//
you're reading...
Gunung Berapi

Gunung berapi raksasa Yellowstone Caldera

Yellowstone National Park mencakup area seluas 3.472 mil persegi (8.987 km ²), danau yang terdiri, lembah, sungai dan pegunungan. Yellowstone Lake adalah salah satu dataran tinggi danau terbesar di Amerika Utara dan berpusat selama Kaldera Yellowstone, yang Supervolcano terbesar di benua itu. Setengah dari fitur panas bumi di dunia berada di Yellowstone, didorong oleh vulkanisme. Taman ini adalah pusat dari Ekosistem Yellowstone yang lebih besar, sisa terbesar, ekosistem hampir utuh di zona utara beriklim bumi. Ratusan spesies mamalia, burung, ikan dan reptil telah didokumentasikan, termasuk beberapa yang baik terancam punah atau terancam. Hutan yang luas dan padang rumput juga termasuk spesies unik tanaman. Grizzlies, serigala, dan bebas-mulai kawanan bison dan rusa hidup di taman

Gunung berapi raksasa, Yellowstone Caldera, yang terletak di bawah Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, Amerika Serikat, diramalkan meletus dalam waktu dekat. Jika itu terjadi, dua per tiga wilayah AS dikhawatirkan tidak lagi bisa ditinggali.

gunung berapi raksasa di Yellowstone terus naik ke permukaan. Saat ini, sekira 2.395 kilometer persegi wilayah caldera muncul ke permukaan dan mengakibatkan sejumlah wilayah naik hingga 25 centimeter.

Sejak tiga tahun terakhir, gunung berapi raksasa itu naik sekira 7,6 centimeter ke atas permukaan laut setiap tahunnya. Ini merupakan kenaikan tercepat sejak 1923 lalu.

Jika meletus, caldera diperkirakan memiliki kekuatan seribu kali lipat dibandingkan letusan Gunung St Helen (AS), 1980 lalu. Para ahli mensinyalir, debu vulkanik yang dihasilkan caldera bisa mencapai tebal 304 centimeter dan menjangkau wilayah sejauh 1.600 kilometer.

Selain itu, efek yang ditimbulkan caldera akan jauh lebih dahsyat dibandingkan letusan gunung berapi Islandia, Eyjafjallajokull, yang sempat menyebabkan kekacauan lalu lintas udara, April 2010.

Selama 2,1 juta tahun, Yellowstone Caldera tercatat pernah tiga kali meletus. Terakhir kali adalah pada 600 ribu tahun lalu. Namun, menurut ahli, bisa jadi caldera akan meletus untuk keempat kalinya dalam waktu dekat.

Meski begitu, para ahli gunung berapi juga belum bisa memastikan kapan tepatnya letusan itu akan terjadi. Atau apakah caldera akan benar-benar meletus.

“Awalnya kami memang cemas kenaikan caldera bakal berujung letusan gunung. Tapi, ketika kami melihat kedalaman magmanya 10 kilometer, kami tidak lagi terlalu khawatir. Jika kedalamannya dua atau tiga kilometer, kami akan jauh lebih khawatir,” jelas Robert Smith, seorang professor geofisika Universitas Utah

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Klik untuk mengikuti blog Kalianda lampung Selatan ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email

%d blogger menyukai ini: